Seorang penebang kayu telah lima tahun bekerja pada sebuah perusahaan kayu besar di daerahnya namun tidak pernah mendapatkan kenaikan upah. Perusahaan yang sama juga mempekerjakan Bill dan hanya dalam waktu setahun Bill telah memperoleh kenaikan upah. Hal ini menimbulkan rasa kesal dalam diri John.
John kemudian memutuskan untuk menghadap pimpinan perusahaan dan membicarakan masalah ini. Betapa kagetnya John ketika pimpinannya memberikan penjelasan mengapa gaji John masih sama seperti dulu. “Anda masih memotong kayu dalam jumlah yang sama seperti lima tahun yang lalu. Kami adalah perusahaan yang berorientasi pada hasil dan akan sangat senang menaikkan upah Anda jika Anda dapat meningkatkan produktivitas Anda.” John hanya bisa terdiam dan mengiyakan semua ucapan pimpinannya itu dalam hatinya.
Dalam perjalanan pulang ke rumahnya, John membuat komitmen untuk bekerja lebih rajin. Keesokan harinya, ia berangkat lebih awal dan bekerja dengan lebih giat. Namun hasilnya tetap sama alias jumlah pohon yang ditebang tidak juga meningkat. John kemudian kembali ke pimpinannya untuk menceritakan kesulitannya. Pimpinan John lantas meminta John untuk bicara langsung dengan Bill. “Mungkin Bill punya rahasia atau kiat yang Anda dan saya tidak mengetahuinya,” jelas si pimpinan.
Dengan agak segan, John melangkahkan kaki menuju rumah Bill. Di luar dugaan, Bill menyambut John dengan sikap yang bersahabat. “Bill, apakah saya boleh mengetahui apa yang membuat Anda bisa menebang pohon dalam jumlah yang lebih banyak daripada saya?” tanya John. Sambil tersenyum, Bill menjawab : “Oh itu soal mudah. Setiap kali usai menebang pohon, saya beristirahat dua menit dan mengasah kapak saya. Kalau boleh saya tahu, kapan terakhir kali Pak John mengasah kapak anda?” Bagai peluru yang ditembakkan, pertanyaan Bill sungguh menghujam hati John. Ia pun sadar kalau ia tidak pernah meluangkan waktu untuk mengasah kapaknya sehingga kapaknya semakin hari semakin tumpul.
Kapak dalam cerita di atas bisa kita artikan sebagai pikiran kita. Terlalu sering kita bekerja keras tanpa pernah punya waktu untuk melakukan evaluasi atas pekerjaan kita dan mempelajari pengetahuan, ketrampilan atau teknik-teknik baru untuk memperbaiki kinerja kita. Terlalu sering kita terlalu bangga atas prestasi masa lalu kita sehingga kita menjadi lupa diri dan enggan untuk terus belajar. Tanpa disadari terkadang kejayaan masa lalu membuat kita sombong dan menutup mata atas perubahan yang sedang terjadi.
Belajar adalah sebuah proses tanpa henti bagi siapa pun yang ingin sukses. Ketika seseorang mulai kehilangan hasrat untuk belajar maka ia mulai menutup pintu untuk perkembangan dirinya di masa mendatang. Itulah sebabnya kita bisa menyaksikan betapa banyak orang yang sukses beberapa tahun lalu kini namanya betul-betul telah tenggelam.
Barangkali sudah saatnya kita berguru kepada Charlie Chaplin, seorang aktor kawakan di era 1910-1920-an. Chaplin dikenal sebagai orang yang tidak hanya memiliki talenta besar namun juga mempunyai dorongan yang luar biasa untuk terus memperbaiki diri. Ia senantiasa berupaya untuk tumbuh, belajar dan menyempurnakan aktingnya. Ia tidak hanya mampu bekerja keras (work hard) tapi juga bekerja cerdas (work smart).
Jika saya sedang menonton salah satu film saya yang ditayangkan, saya selalu memperhatikan apa yang membuat penonton tertawa. Sekiranya ada beberapa adegan yang menurut saya lucu namun mereka tidak tertawa, saya langsung merobek-robek adegan tersebut dan berusaha menemukan apa yang keliru dengan gagasannya atau dalam pelaksanaannya. Jika saya mendengar tawa padahal adegan tersebut tidak saya maksudkan untuk melucu, saya akan bertanya kepada diri sendiri, mengapa orang lain tertawa saat menyaksikannya,” jelas Chaplin.
Jelaslah sudah bagi siapa pun yang ingin mengembangkan potensinya untuk selalu meluangkan waktu untuk belajar dan bertumbuh. Dalam proses belajar itu, kita akan menemukan apa saja kekeliruan yang telah kita buat sehingga kita bisa memperbaikinya di kemudian hari. Sudahkah kita belajar hari ini?
Popular Post
-
Orang yang bekerja sampai larut malam dikantor, bukanlah pekerja keras. Melainkan orang yang bodoh yang tidak tahu cara me-manage pe...
-
Seorang ayah ingin mendidik anaknya yang pemarah. Ia memberi anaknya 1 buah palu dan cukup banyak paku serta mengatakan kepada anaknya ...
24 April 2010
23 April 2010
Tergantung Dalam Tangan Siapa ?
Bola basket dalam tanganku berharga $19.
Bola basket dalam tangan Michael Jordan berharga $33 juta.
Tergantung ada dalam tangan siapa.
Baseball dalam tanganku berharga $6.
Baseball dalam tangan Mark McGuire berharga $19 juta.
Tergantung ada dalam tangan siapa.
Raket tenis tak ada gunanya dalam tanganku.
Raket tenis dalam tangan Venus Williams menghasilkan kemenangan dalam kejuaraan dunia.
Tergantung ada dalam tangan siapa.
Tongkat dalam tanganku menghalau binatang buas.
Tongkat dalam tangan Musa membelah lautan luas.
Tergantung ada dalam tangan siapa.
Ketapel dalam tanganku merupakan mainan anak-anak.
Ketapel dalam tangan Daud merupakan senjata dahsyat.
Tergantung ada dalam tangan siapa.
Lima roti dan dua ikan dalam tanganku menjadi beberapa potong roti isi.
Lima roti dan dua ikan dalam tangan Yesus memberi makan ribuan orang.
Tergantung ada dalam tangan siapa.
Paku-paku dalam tanganku menghasilkan sangkar burung.
Paku-paku dalam tangan Yesus Kristus menghasilkan keselamatan bagi segenap umat manusia.
Tergantung ada dalam tangan siapa.
Kau lihat sekarang, segala sesuatu tergantung ada dalam tangan siapa.
Jadi serahkan segala masalahmu, kekhawatiranmu, ketakutanmu,
harapan-harapanmu, impian-impianmu,
keluargamu, kawan serta sahabat-sahabatmu
dalam tangan Tuhan sebab...
segala sesuatu tergantung ada dalam tangan siapa.
{visit http://ins-story.blogspot.com for more inspirational story}
Bola basket dalam tangan Michael Jordan berharga $33 juta.
Tergantung ada dalam tangan siapa.
Baseball dalam tanganku berharga $6.
Baseball dalam tangan Mark McGuire berharga $19 juta.
Tergantung ada dalam tangan siapa.
Raket tenis tak ada gunanya dalam tanganku.
Raket tenis dalam tangan Venus Williams menghasilkan kemenangan dalam kejuaraan dunia.
Tergantung ada dalam tangan siapa.
Tongkat dalam tanganku menghalau binatang buas.
Tongkat dalam tangan Musa membelah lautan luas.
Tergantung ada dalam tangan siapa.
Ketapel dalam tanganku merupakan mainan anak-anak.
Ketapel dalam tangan Daud merupakan senjata dahsyat.
Tergantung ada dalam tangan siapa.
Lima roti dan dua ikan dalam tanganku menjadi beberapa potong roti isi.
Lima roti dan dua ikan dalam tangan Yesus memberi makan ribuan orang.
Tergantung ada dalam tangan siapa.
Paku-paku dalam tanganku menghasilkan sangkar burung.
Paku-paku dalam tangan Yesus Kristus menghasilkan keselamatan bagi segenap umat manusia.
Tergantung ada dalam tangan siapa.
Kau lihat sekarang, segala sesuatu tergantung ada dalam tangan siapa.
Jadi serahkan segala masalahmu, kekhawatiranmu, ketakutanmu,
harapan-harapanmu, impian-impianmu,
keluargamu, kawan serta sahabat-sahabatmu
dalam tangan Tuhan sebab...
segala sesuatu tergantung ada dalam tangan siapa.
{visit http://ins-story.blogspot.com for more inspirational story}
21 April 2010
TOPLES
Manakala hidupmu tampak susah untuk dijalani ... manakala 24 jam sehari terasa masih kurang ... ingatlah akan toples mayones dan dua cangkir kopi.
Seorang professor berdiri di depan kelas filsafat dan mempunyai beberapa barang di depan mejanya.
Saat kelas dimulai, tanpa mengucapkan sepatah kata, dia mengambil sebuah toples kosong mayones yang besar dan mulai mengisi dengan bola-bola golf.
Kemudian dia berkata pada para muridnya, apakah toples itu sudah penuh. Mereka menyetujuinya.
Kemudian dia mengambil sekotak batu koral dan menuangkannya ke dalam toples. Dia mengguncang dengan ringan. Batu-batu koral masuk, mengisi tempat yang kosong di antara bola-bola golf.
Kemudian dia bertanya pada para muridnya, apakah toples itu sudah penuh. Mereka setuju bahwa toples itu sudah penuh.
Selanjutnya profesor mengambil sekotak pasir dan menebarkan ke dalam toples ... Tentu saja pasir itu menutup segala sesuatunya. Profesor sekali lagi bertanya apakah toples sudah penuh ... Para murid dengan suara bulat berkata, "Yes" ...
Profesor kemudian menyeduh dua cangkir kopi dari bawah meja dan menuangkan isinya ke dalam toples, dan secara efektif mengisi ruangan kosong di antara pasir. Para murid tertawa ....
"Sekarang," kata profesor ketika suara tawa mereda, "Saya ingin kalian memahami bahwa toples ini mewakili kehidupanmu. "
"Bola-bola golf adalah hal-hal yang penting - Tuhan, keluarga, anak-anak, kesehatan, teman dan para sahabat"
"Jika segala sesuatu hilang dan hanya tinggal mereka, maka hidupmu masih tetap penuh."
"Batu-batu koral adalah segala hal lain, seperti pekerjaanmu, rumah dan mobil."
"Pasir adalah hal-hal yang lainnya -- hal-hal yang sepele."
"Jika kalian pertama kali memasukkan pasir ke dalam toples," lanjut profesor, "Maka tidak akan tersisa ruangan untuk batu-batu koral ataupun untuk bola-bola golf. Hal yang sama akan terjadi dalam hidupmu."
"Jika kalian menghabiskan energi untuk hal-hal yang sepele, kalian tidak akan mempunyai ruang untuk hal-hal yang penting buat kalian."
"Jadi ..."
"Beri perhatian untuk hal-hal yang kritis untuk kebahagiaanmu. "
"Bermainlah dengan anak-anakmu. "
"Luangkan waktu untuk check up kesehatan."
"Ajak pasanganmu untuk keluar makan malam"
"Akan selalu ada waktu untuk membersihkan rumah dan memperbaiki perabotan."
"Berikan perhatian terlebih dahulu kepada bola-bola golf -- Hal-hal yang benar-benar penting. Atur prioritasmu. Baru yang terakhir, urus pasir-nya."
Salah satu murid mengangkat tangan dan bertanya, "Kopi mewakili apa?"
Profesor tersenyum
"Saya senang kamu bertanya."
"Itu untuk menunjukkan kepada kalian, sekalipun hidupmu tampak sudah begitu penuh, tetap selalu tersedia tempat untuk secangkir kopi bersama sahabat."
{visit http://ins-story.blogspot.com for more inspirational story}
Seorang professor berdiri di depan kelas filsafat dan mempunyai beberapa barang di depan mejanya.
Saat kelas dimulai, tanpa mengucapkan sepatah kata, dia mengambil sebuah toples kosong mayones yang besar dan mulai mengisi dengan bola-bola golf.
Kemudian dia berkata pada para muridnya, apakah toples itu sudah penuh. Mereka menyetujuinya.
Kemudian dia mengambil sekotak batu koral dan menuangkannya ke dalam toples. Dia mengguncang dengan ringan. Batu-batu koral masuk, mengisi tempat yang kosong di antara bola-bola golf.
Kemudian dia bertanya pada para muridnya, apakah toples itu sudah penuh. Mereka setuju bahwa toples itu sudah penuh.
Selanjutnya profesor mengambil sekotak pasir dan menebarkan ke dalam toples ... Tentu saja pasir itu menutup segala sesuatunya. Profesor sekali lagi bertanya apakah toples sudah penuh ... Para murid dengan suara bulat berkata, "Yes" ...
Profesor kemudian menyeduh dua cangkir kopi dari bawah meja dan menuangkan isinya ke dalam toples, dan secara efektif mengisi ruangan kosong di antara pasir. Para murid tertawa ....
"Sekarang," kata profesor ketika suara tawa mereda, "Saya ingin kalian memahami bahwa toples ini mewakili kehidupanmu. "
"Bola-bola golf adalah hal-hal yang penting - Tuhan, keluarga, anak-anak, kesehatan, teman dan para sahabat"
"Jika segala sesuatu hilang dan hanya tinggal mereka, maka hidupmu masih tetap penuh."
"Batu-batu koral adalah segala hal lain, seperti pekerjaanmu, rumah dan mobil."
"Pasir adalah hal-hal yang lainnya -- hal-hal yang sepele."
"Jika kalian pertama kali memasukkan pasir ke dalam toples," lanjut profesor, "Maka tidak akan tersisa ruangan untuk batu-batu koral ataupun untuk bola-bola golf. Hal yang sama akan terjadi dalam hidupmu."
"Jika kalian menghabiskan energi untuk hal-hal yang sepele, kalian tidak akan mempunyai ruang untuk hal-hal yang penting buat kalian."
"Jadi ..."
"Beri perhatian untuk hal-hal yang kritis untuk kebahagiaanmu. "
"Bermainlah dengan anak-anakmu. "
"Luangkan waktu untuk check up kesehatan."
"Ajak pasanganmu untuk keluar makan malam"
"Akan selalu ada waktu untuk membersihkan rumah dan memperbaiki perabotan."
"Berikan perhatian terlebih dahulu kepada bola-bola golf -- Hal-hal yang benar-benar penting. Atur prioritasmu. Baru yang terakhir, urus pasir-nya."
Salah satu murid mengangkat tangan dan bertanya, "Kopi mewakili apa?"
Profesor tersenyum
"Saya senang kamu bertanya."
"Itu untuk menunjukkan kepada kalian, sekalipun hidupmu tampak sudah begitu penuh, tetap selalu tersedia tempat untuk secangkir kopi bersama sahabat."
{visit http://ins-story.blogspot.com for more inspirational story}
30 October 2009
Hidup ini hanya 3 hari
Yang pertama: Hari kemarin. (PAST)
Anda tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi.
Anda tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan.
Anda tak mungkin lagi menghapus kesalahan;
dan mengulangi kegembiraan yang anda rasakan kemarin.
Biarkan hari kemarin lewat; lepaskan saja...
Yang kedua: Hari esok (FUTURE)
Hingga mentari esok hari terbit,
Anda tak tahu apa yang akan terjadi.
Anda tak bisa melakukan apa-apa esok hari.
Anda tak mungkin sedih atau ceria di esok hari.
Esok hari belum tiba; biarkan saja...
Yang tersisa kini hanyalah : Hari ini. (PRESENT) = hadiah
Pintu masa lalu telah tertutup;
Pintu masa depan pun belum tiba.
Pusatkan saja diri anda untuk hari ini.
Anda dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini bila anda
mampu memaafkan hari kemarin dan melepaskan ketakutan akan esok hari.
Hiduplah hari ini.
Karena, masa lalu dan masa depan hanyalah permainan pikiran yang rumit.
Hiduplah apa adanya.
Karena yang ada hanyalah hari ini; hari ini yang abadi.
Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat, meski mereka berlaku buruk pada anda.
Cintailah seseorang sepenuh hati hari ini, karena mungkin besok cerita sudah berganti.
Ingatlah bahwa anda menunjukkan penghargaan pada orang lain bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapakah diri anda sendiri.
Jadi teman, jangan biarkan masa lalu mengekangmu atau masa depan membuatmu bingung, lakukan yang terbaik HARI INI dan lakukan
SEKARANG juga!!!!!!
{visit http://ins-story.blogspot.com for more inspirational story}
Anda tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi.
Anda tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan.
Anda tak mungkin lagi menghapus kesalahan;
dan mengulangi kegembiraan yang anda rasakan kemarin.
Biarkan hari kemarin lewat; lepaskan saja...
Yang kedua: Hari esok (FUTURE)
Hingga mentari esok hari terbit,
Anda tak tahu apa yang akan terjadi.
Anda tak bisa melakukan apa-apa esok hari.
Anda tak mungkin sedih atau ceria di esok hari.
Esok hari belum tiba; biarkan saja...
Yang tersisa kini hanyalah : Hari ini. (PRESENT) = hadiah
Pintu masa lalu telah tertutup;
Pintu masa depan pun belum tiba.
Pusatkan saja diri anda untuk hari ini.
Anda dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini bila anda
mampu memaafkan hari kemarin dan melepaskan ketakutan akan esok hari.
Hiduplah hari ini.
Karena, masa lalu dan masa depan hanyalah permainan pikiran yang rumit.
Hiduplah apa adanya.
Karena yang ada hanyalah hari ini; hari ini yang abadi.
Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat, meski mereka berlaku buruk pada anda.
Cintailah seseorang sepenuh hati hari ini, karena mungkin besok cerita sudah berganti.
Ingatlah bahwa anda menunjukkan penghargaan pada orang lain bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapakah diri anda sendiri.
Jadi teman, jangan biarkan masa lalu mengekangmu atau masa depan membuatmu bingung, lakukan yang terbaik HARI INI dan lakukan
SEKARANG juga!!!!!!
{visit http://ins-story.blogspot.com for more inspirational story}
02 October 2009
Pelajaran penting (true story)
Dalam perjalanan (mw betulin scanner rusak), hp saya bunyi dan ternyata dari rumah, orang rumah bilang ;
"Bu, ada telepon dari rumah sakit, kakak (anak sy yg paling besar) masuk rumah sakit di pinggir toll (asumsi saya siloam graha medika) sekarang ada di ugd, gawat keadaannya. Ibu disuruh telp ke dokter yang menangani kakak, ini hpnya 08174978949"
> Astaghfirullah haladzimmmmmmm
> Deggg, jantung sy berhenti seketika, dengkul lemess, antara
> mikir dan
> panik "kok jam sekolah anak saya malah keliaran di jalan??
> Apa dia
> bolos? Apa dlm perjalanan dari tempat olah raga (jumat mata
> pelajaran
> pertama kakak adalah olah raga di lapangan yg jaraknya
> kira2 7km dari
> sekolah) dia mengalami kejadian buruk" sy langsung telp
> nomor
> 08174978949, dan diangkat oleh laki2 diujung telepon.
>
> "Bu, kakak anak ibu mengalami kecelakaan dan keadaannya
> kritis, perlu
> segera dioperasi, karena kepalanya terkena benturan keras
> dan dia tidak
> sadar sekarang, kakinya juga luka parah sehingga ada
> kemungkinan
> diamputasi"
>
> La Illa'ha Illalahhhhh
> Hwaaa.. Sy lgsg nangis bombay, agra, jaipur, india,
> membayangkan keadaan
> kakak my sunshine, my love of my life and my everything,
> terkapar tak
> sadarkan diri di rumah sakit, serta kakinya luka parah
> secara dia
> gilaaaaaa main basket....
> Masyaallahhhhh
> Sambil nangis meraung-raung, saya tanya dokter gadungan itu
> ;
>
> "Dok, mana gurunya anak saya.. Kan harusnya dia di
> sekolah...."
>
> "Bu, ibu segera ke sini, nanti polisi akan menjelaskan
> semuanya,
> sementara saya yang bertanggung jawab terhadap anak ibu
> sekarang dan
> saya akan segera melakukan operasi"
>
> Persis kaya di sinetron saya bilang;
> "Dok, tolong selamatkan anak saya... Tolong lakukan yang
> berbaik ya
> dokkkkk"
>
> "Pasti bu, saya akan melakukan yang terbaik, sementara itu
> ada alat
> (udah ga inget alatnya namanya apa yg jelas salah satunya
> untuk
> menyangga kakinya) yang harus segera dibeli di apotik (apaa
> gt namanya),
> saya sudah pesan tapi apotik perlu tau siapa yang
> bertanggung jawab"
>
> Ya Allah... Ya Rabb,
> Sambil teuteuuuub nangis bombay jaipur agra india, gw rada
> mikir; kok rs
> sebesar siloam masih perlu ambil barang dari apotik luar
> ya??
>
> "Dok, saya ga bisa konsentrasi, apa bisa dokter toloooong
> katakan pada
> pihak apotik bahwa saya yang bertanggung jawab dan biaya
> akan saya
> selesaikan setiba saya di rumah sakit?"
>
> "Bu, ibu tenang, jangan panik, saya akan lakukan tugas saya
> menolong
> anak ibu, dan ibu juga haruas tolong saya untuk menghubungi
> apotik ini
> nomernya, tolong bilang pesanan dari saya dokter santoso
> 02150293532"
>
> Segeraa tanpa tunggu sy telp apotik, apapun saya kerjakan
> asal anak saya
> dapat penanganan cepat.... Di sana dijawab oleh perempuan
> yang kemudian
> menghubungkan saya dengan dokter, sempet mikir; kok dokter
> di apotik
> seh??? Apa ga salah... Tapi namanya panik dan kepikiran my
> sunshine, my
> love, my everything..
>
> "Pak, saya mau informasikan bahwa pesanan alat dari dokter
> santoso untuk
> kakak anak saya, saya yang akan menanggung semua biayanya"
>
>
> "Begini bu, alat sudah saya siapkan tinggal berangkat, tapi
> tidak bisa
> keluar sebelum ada pembayaran, apa ibu bisa transfer supaya
> bisa segera
> diantar"
>
> Ga pikir panjang saya sanggupi mentransfer 14jt supaya alat
> segera
> dibeli, sutra lah, mau ga makan ga apa2 yang penting my
> sunshine, my
> love of my life, my everything bisa tertangani dengan
> baik... Duit bisa
> dicari (lagi ama bapaknya... Hehe)
>
> "Mohon ibu transfer ke bca rek no 5890136348"
>
> Setelah nutup telpon, sopir saya bilang ; bu, apa ibu ga
> sebaiknya telp
> sekolah kakak... Takut ntar ibu ditipu... Wahhh bener juga
> si nanang, sy
> lgsg telp sekolah kakak, guru yang angkat juga ikut panik,
> kok pihak
> sekolah ga tau, dia ngibrittt tergopoh-gopoh naik ke kelas
> kakak buat
> manggilin kakak....
>
> And there's my sunshine the love of my life my everything..
> . Bilang ;
>
> "Ma... Kenapa"
> Alhamdulillahi rabbil alamiiiiiiiinnnnnnn n
> Ya Allah.......
> "Ya Allah kak....... Kamu ga apa-apa ya..."
>
> "Ga papa kok ma"
>
> "Aduh kak.. Tadi mama hampir ditipu orang dibilang kamu
> kecelakaan"
>
> "Aku ga papa kok ma"
>
> "Ya udah kak.. Belajar lagi sana nak..ati-ati ya kak"
>
> saya ngobrol sama kakak sambil nangisssssssss
> bahagiaaaaaaaaa
> Alhamdulillah ya Allah... Engkau telah melindungi anakku
> buah hatiku
> matahariku cintaku..... .......
>
> Legaaaaaaaa
> Langsung saya telp si dokter gadungan saya bilang ;
>
> "Maaf kamu tidak berhasil menipu saya karena saya sudah
> bicara dengan
> anak saya dan dia alhamdulillah sehat wal afiat tidak
> kurang satu
> apapun...."
>
> Semoga teman2 bisa belajar dari kasus saya ini, yang utama
> kalau terima
> kabar buruk ;
> 1. Jangan panik (memang tidak gampang, tapi cobalah... Krn
> dg tdk panik,
> kita bisa pikir jernih)
> 2. Cek ke pihak-pihak yang berkompeten, rumah sakit, guru
> sekolah, pihak
> sekolah, pelatih basket, atau siapapun yang kita kenal,
> yang kita tau
> pada saat yang bersamaan orang itu bersama anak kita.
> 3. Jangan putus berdoa, mohon lindungan dari Allah Ta'ala.
>
>
> Regards,
> Andria - mom of kakak no, dodo, mio & dede
>
>
>
Selalu bisa chat di profil jaringan, blog, atau situs web pribadi! Yahoo! memungkinkan Anda selalu bisa chat melalui Pingbox. Coba! http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/
"Bu, ada telepon dari rumah sakit, kakak (anak sy yg paling besar) masuk rumah sakit di pinggir toll (asumsi saya siloam graha medika) sekarang ada di ugd, gawat keadaannya. Ibu disuruh telp ke dokter yang menangani kakak, ini hpnya 08174978949"
> Astaghfirullah haladzimmmmmmm
> Deggg, jantung sy berhenti seketika, dengkul lemess, antara
> mikir dan
> panik "kok jam sekolah anak saya malah keliaran di jalan??
> Apa dia
> bolos? Apa dlm perjalanan dari tempat olah raga (jumat mata
> pelajaran
> pertama kakak adalah olah raga di lapangan yg jaraknya
> kira2 7km dari
> sekolah) dia mengalami kejadian buruk" sy langsung telp
> nomor
> 08174978949, dan diangkat oleh laki2 diujung telepon.
>
> "Bu, kakak anak ibu mengalami kecelakaan dan keadaannya
> kritis, perlu
> segera dioperasi, karena kepalanya terkena benturan keras
> dan dia tidak
> sadar sekarang, kakinya juga luka parah sehingga ada
> kemungkinan
> diamputasi"
>
> La Illa'ha Illalahhhhh
> Hwaaa.. Sy lgsg nangis bombay, agra, jaipur, india,
> membayangkan keadaan
> kakak my sunshine, my love of my life and my everything,
> terkapar tak
> sadarkan diri di rumah sakit, serta kakinya luka parah
> secara dia
> gilaaaaaa main basket....
> Masyaallahhhhh
> Sambil nangis meraung-raung, saya tanya dokter gadungan itu
> ;
>
> "Dok, mana gurunya anak saya.. Kan harusnya dia di
> sekolah...."
>
> "Bu, ibu segera ke sini, nanti polisi akan menjelaskan
> semuanya,
> sementara saya yang bertanggung jawab terhadap anak ibu
> sekarang dan
> saya akan segera melakukan operasi"
>
> Persis kaya di sinetron saya bilang;
> "Dok, tolong selamatkan anak saya... Tolong lakukan yang
> berbaik ya
> dokkkkk"
>
> "Pasti bu, saya akan melakukan yang terbaik, sementara itu
> ada alat
> (udah ga inget alatnya namanya apa yg jelas salah satunya
> untuk
> menyangga kakinya) yang harus segera dibeli di apotik (apaa
> gt namanya),
> saya sudah pesan tapi apotik perlu tau siapa yang
> bertanggung jawab"
>
> Ya Allah... Ya Rabb,
> Sambil teuteuuuub nangis bombay jaipur agra india, gw rada
> mikir; kok rs
> sebesar siloam masih perlu ambil barang dari apotik luar
> ya??
>
> "Dok, saya ga bisa konsentrasi, apa bisa dokter toloooong
> katakan pada
> pihak apotik bahwa saya yang bertanggung jawab dan biaya
> akan saya
> selesaikan setiba saya di rumah sakit?"
>
> "Bu, ibu tenang, jangan panik, saya akan lakukan tugas saya
> menolong
> anak ibu, dan ibu juga haruas tolong saya untuk menghubungi
> apotik ini
> nomernya, tolong bilang pesanan dari saya dokter santoso
> 02150293532"
>
> Segeraa tanpa tunggu sy telp apotik, apapun saya kerjakan
> asal anak saya
> dapat penanganan cepat.... Di sana dijawab oleh perempuan
> yang kemudian
> menghubungkan saya dengan dokter, sempet mikir; kok dokter
> di apotik
> seh??? Apa ga salah... Tapi namanya panik dan kepikiran my
> sunshine, my
> love, my everything..
>
> "Pak, saya mau informasikan bahwa pesanan alat dari dokter
> santoso untuk
> kakak anak saya, saya yang akan menanggung semua biayanya"
>
>
> "Begini bu, alat sudah saya siapkan tinggal berangkat, tapi
> tidak bisa
> keluar sebelum ada pembayaran, apa ibu bisa transfer supaya
> bisa segera
> diantar"
>
> Ga pikir panjang saya sanggupi mentransfer 14jt supaya alat
> segera
> dibeli, sutra lah, mau ga makan ga apa2 yang penting my
> sunshine, my
> love of my life, my everything bisa tertangani dengan
> baik... Duit bisa
> dicari (lagi ama bapaknya... Hehe)
>
> "Mohon ibu transfer ke bca rek no 5890136348"
>
> Setelah nutup telpon, sopir saya bilang ; bu, apa ibu ga
> sebaiknya telp
> sekolah kakak... Takut ntar ibu ditipu... Wahhh bener juga
> si nanang, sy
> lgsg telp sekolah kakak, guru yang angkat juga ikut panik,
> kok pihak
> sekolah ga tau, dia ngibrittt tergopoh-gopoh naik ke kelas
> kakak buat
> manggilin kakak....
>
> And there's my sunshine the love of my life my everything..
> . Bilang ;
>
> "Ma... Kenapa"
> Alhamdulillahi rabbil alamiiiiiiiinnnnnnn n
> Ya Allah.......
> "Ya Allah kak....... Kamu ga apa-apa ya..."
>
> "Ga papa kok ma"
>
> "Aduh kak.. Tadi mama hampir ditipu orang dibilang kamu
> kecelakaan"
>
> "Aku ga papa kok ma"
>
> "Ya udah kak.. Belajar lagi sana nak..ati-ati ya kak"
>
> saya ngobrol sama kakak sambil nangisssssssss
> bahagiaaaaaaaaa
> Alhamdulillah ya Allah... Engkau telah melindungi anakku
> buah hatiku
> matahariku cintaku..... .......
>
> Legaaaaaaaa
> Langsung saya telp si dokter gadungan saya bilang ;
>
> "Maaf kamu tidak berhasil menipu saya karena saya sudah
> bicara dengan
> anak saya dan dia alhamdulillah sehat wal afiat tidak
> kurang satu
> apapun...."
>
> Semoga teman2 bisa belajar dari kasus saya ini, yang utama
> kalau terima
> kabar buruk ;
> 1. Jangan panik (memang tidak gampang, tapi cobalah... Krn
> dg tdk panik,
> kita bisa pikir jernih)
> 2. Cek ke pihak-pihak yang berkompeten, rumah sakit, guru
> sekolah, pihak
> sekolah, pelatih basket, atau siapapun yang kita kenal,
> yang kita tau
> pada saat yang bersamaan orang itu bersama anak kita.
> 3. Jangan putus berdoa, mohon lindungan dari Allah Ta'ala.
>
>
> Regards,
> Andria - mom of kakak no, dodo, mio & dede
>
>
>
Selalu bisa chat di profil jaringan, blog, atau situs web pribadi! Yahoo! memungkinkan Anda selalu bisa chat melalui Pingbox. Coba! http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/
Subscribe to:
Posts (Atom)